Jumat, 01 Januari 2010

MODUL KWU

MODUL



19


KEWIRAUSAHAAN SMK


MEMBUAT RENCANA USAHA

Penanggung Jawab :

Prof. Dr. H. Mohammad Ali, M.A

Pengembang dan Penelaah Model :
Dr. H. Ahman, M.Pd.
Drs. Ikaputera Waspada, M.M
Dra. Neti Budiwati, M.Si
Drs. Endang Supardi, M.Si
Drs. Ani Pinayani, M.M

Penulis :
Drs. Kusnendi, M.S


Bekerjasama dengan :
LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2004
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

KATA PENGANTAR

Kegiatan usaha atau bisnis selalu berhubungan dengan ekspektasi
atau pengharapan, yaitu memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.
Kita tahu betul bahwa, kepastian dari masa akan datang adalah
ketidakpastian. Dengan demikian, pengharapan untuk memperoleh
keuntungan sifatnya adalah penuh ketidak pastian. Artinya, bisa
menguntungkan dan bisa juga tidak menguntungkan. Jadi menjalankan
usaha selalu mengandung risiko. Bagi seorang entreprenuer, risiko adalah
fakta hidup yang tidak dapat dihindari, karena itu modal utama bagi seorang
entreprenuer di samping memiliki sikap mental produktif adalah keberanian
menanggung risiko. Keberanian menanggung risiko (risk taking behavior)
bukan berarti siap untuk selalu rugi tanpa perhitungan, tetapi berani
menanggung risiko setelah risiko tersebut diperhitungkan.

Bagaimana seorang entreprenuer dapat mengkalkulasikan risiko usaha
yang penuh dengan ketidakpastian? Di sinilah arti pentingnya perencanaan
usaha. Melalui perencanaan usaha, seorang entreprenuer mengukur
ketidakpastian, mengkalkulasi risiko. Modul ini akan mengajak Anda untuk
memahami bagaimana seorang entreprenuer memformulasikan perencanaan
usaha, menilai kelayakan usaha, dan menyusun sebuah proposal usaha.
Dengan mempelajari modul ini, semakin lengkaplah pengetahuan Anda, dan
karena itu semakin siap pula untuk tampil sebagai seorang entreprenuer
tangguh yang berhasil.

Bandung, Desember 2004


DAFTAR ISI


Kata Pengantar
Daftar Isi
Glosarium

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Deskripsi 1

B . Prasyarat 1

C. Petunjuk Penggunaan Modul 2

D. Tujuan Akhir 2

E. Kompetensi 3

F. Cek Kemampuan 3

BAB II PEMBELAJARAN 4

A. Rencana Belajar Siswa 4

B. Kegiatan Belajar 4

1. Kegiatan Belajar 1: Perencanaan Usaha 4

2. Kegiatan Belajar 2: Cara Menilai Kelayakan Usaha 13

3. Kegiatan Belajar 3: Cara Membuat Proposal Usaha 21

BAB III EVALUASI 27

A. Insrumen Penilaian 27

B. Kunci Jawaban 27

BAB IV PENUTUP 30

A. Penentuan Nilai Evaluasi 30

B. Penentuan Tingkat Penguasaan 30

C. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 30
DAFTAR PUSTAKA 31


Glosarium

Visi
Misi
Defender
Prospetor

Analyzer
Cost-leadership strategy
Differentiation strategy
Focus strategy
Net present value
Internal Rate of Returns
Net B/C
Profitability Index


iv


MODUL
19 MEMBUAT
MODUL
19 MEMBUAT
RENCANA USAHA


oleh:
K U S N E N D I, Drs., M.S.


LEMBAGA PENELITIAN


UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA


2004



MODUL


19
MEMBUAT
RENCANA USAHA

KUSNENDI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Deskripsi
S
S
ampai modul 17 Anda telah dibekali dengan berbagai pengetahuan

yang berkenaan dengan aspek-aspek pengelolaan usaha. Melalui
modul 19 ini, sesuai dengan judulnya MEMBUAT RENCANA USAHA, Anda
diajak untuk memahami bagaimana suatu usaha direncanakan.

Cakupan materi yang akan dibahas modul ini terdiri dari tiga
kegiatan belajar, yaitu pengertian, manfaat dan proses perencanaan
usaha, menilai kelayak usaha, dan terakhir membuat proposal usaha.
Konsisten dengan itu, maka setelah mempelajari materi modul ini, Anda
diharapkan dapat memahami tentang:

(1) Pengertian perencanaan usaha.
(2) Manfaat perencanaan usaha.
(3) Proses perencanaan usaha.
(4) Cara menilai kelayakan usaha.
(5) Cara membuat proposal usaha.
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


B. Prasyarat
Membuat perencanaan usaha memerlukan berbagai pengetahuan
mulai dari pengetahuan dalam pengambilan keputusan sampai
pengetahuan tentang pengelolaan produksi, pemasaran, keuangan, dan
pengelolaan tenaga kerja. Karena itu, agar Anda berhasil menguasai
modul ini, disyaratkan Anda telah lulus uji sertifikasi khususnya untuk
modul 8 sampai modul 18.

C. Petunjuk Penggunaan Modul
a. Bagi siswa:
1. Bacalah modul dengan seksama. Beri tanda khusus untuk konsep
atau istilah yang belum dipahami.
2. Cari pengertian untuk istilah-istilah yang belum dipahami tersebut.
3. Diskusikan dengan teman atau dengan guru untuk hal-hal yang
belum dipahami.
4. Jawablah
pertanyaan evaluasi belajar di Bab III. Cocokkan
jawabannya dengan kunci jawaban.
5. Tentukan tingkat penguasaan Anda terhadap materi modul ini, dan
ikuti petunjuk di Bab IV tentang tindak lanjut apa yang harus
dilakukan selanjutnya.
b. Bagi guru:
1. Baca modul dengan seksama.
2. Untuk menambah wawasan, cari dan baca referensi yang relevan
dengan materi modul.
3. Cari pengertian konsep-konsep yang dianggap belum jelas.
4. Bantu siswa dalam memahami konsep yang belum jelas.
5. Lakukan evaluasi terhadap siswa yang relevan dengan meteri
modul.
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


6. Catat dan informasikan hasil evaluasi tersebut kepada siswa.
7. Lakukan remedial untuk siswa yang dianggap belum mencapai
syarat kelulusan.
D. Tujuan Akhir
a) Kinerja yang diharapkan
1. Siswa
dapat memahami pengertian, manfaat, dan proses
perencanaan usaha.
2. Siswa dapat memahami cara menilai kelayakan usaha.
3. Siswa dapat membuat proposal usaha.
b) Kriteria keberhasilan

1. Perencanakan usaha diidentifikasi menurut visi, misi dan tujuan,
strategi, kebijakan, program, anggaran, prosedur dan aturan.
2. Penilaian kelayakan
usaha dilakukan menurut analisis manfaat
finansial.
3. Proposal usaha disusun berdasarkan perencanaan usaha.
c) Kondisi yang diberikan
Praktek membuat perencanaan usaha dan menuangkannya dalam
bentuk proposal usaha.

E.
Kompetensi
1. Kompetensi: merencanakan pengelolaan usaha kecil.
2. Sub kompetensi: menyusun proposal usaha.
3. Kriteria
unjuk kerja: proposal usaha disusun berdasarkan
perencanaan usaha.
F.
Cek Kemampuan
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan perencanaan usaha?
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


2. Dilihat dari aspek finansial, bagaimana kelayakan suatu usaha
dinilai?
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan proposal usaha?
G. Glosarium
1.
Expectation, yaitu harapan untuk memperoleh keuntungan di masa
yang akan datang.
2. Visi, yaitu cita-cita masa depan perusahaan yang akan melakukan
usaha tersebut.
3. Misi
adalah maksud khas atau unik dan mendasar yang
membedakan perusahaan dengan perusahaan lain.
4.
Feasibillity studi adalah cara yang ditempuh untuk menentukan
layak tidaknya suatu gagasan usaha dilaksanakan.
5.
Discount rate, yaitu tingkat keuntungan dari investasi.
6.
Business plan, yaitu perencanaan suatu usaha.
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


BAB II
PEMBELAJARAN


A. Rencana Belajar Siswa
1. Mempelajari modul secara mandiri.
2. Mendiskusikan materi modul yang belum dipahami dengan guru.
3. Mengikuti evaluasi belajar secara mandiri maupun yang diberikan
guru.
4. Praktek membuat proposal usaha.
B. Kegiatan Belajar 1
1. Kegiatan Belajar 1
PERENCANAAN USAHA

a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 1
Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini diharapkan siswa
memiliki kemampuan untuk:

(1) Menjelaskan pengertian perencanaan usaha.
(2) Menjelaskan sifat dan manfaat perencanaan usaha.
(3) Menjelaskan proses perencanaan usaha.
b. Uraian Materi 1
1. Pengertian Perencanaan Usaha
Apa perencanaan usaha (business plan) itu? Untuk memahaminya,
terlebih dahulu kita pahami arti istilah usaha dan arti istilah perencanaan.
Dalam pengertian ekonomi, usaha atau bisnis adalah semua kegiatan
yang dilakukan oleh individu maupun kelompok individu yang
dilaksanakan secara legal dengan menggunakan dan mengkombinasikan
sumberdaya atau faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


dan/atau jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh manfaat
finansial, yaitu laba bisnis atau laba usaha (business profit).

Dari batasan di atas dapat kita catat bahwa, suatu usaha atau
bisnis akan selalu berhubungan dengan pengharapan (expectation), yaitu
harapan untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Kita
tahu betul, kepastian dari masa yang akan datang adalah ketidakpastian.
Dengan demikian, harapan untuk memperoleh keuntungan sifatnya adalah
penuh ketidak pastian. Artinya, bisa menguntungkan dan bisa juga tidak
menguntungkan. Jadi suatu usaha selalu mengandung risiko. Karena itu
supaya usaha yang akan dijalankan berhasil, perlu dibuat perencanaannya
dulu.

Perencanaan adalah fungsi manajemen yang berhubungan
dengan pemilihan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur,
aturan, program dan anggaran. Dari kedua pengertian di atas sekarang
dapat didefinisikan arti perencanaan usaha yaitu sebagai proses
penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan,
program dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha
atau bisnis tertentu. Jadi dalam perencanaan usaha terkandung adanya:

1) Visi, yaitu cita-cita masa depan perusahaan yang akan melakukan

usaha tersebut.

2) Misi adalah maksud khas atau unik dan mendasar yang

membedakan perusahaan dengan perusahaan lain serta

mengidentifikasikan ruang lingkup kegiatan usaha/perusahaan yang

bersangkutan.

3) Tujuan adalah hasil yang ingin dicapai dari usaha/perusahaan

tersebut.

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


4)
Strategi adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan usaha
dengan melibatkan semua sumberdaya atau faktor produksi yang
dimiliki. Dalam dunia bisnis dikenal beberapa strategi yang biasa
diterapkan perusahaan sebagai berikut:

(1) Defender, strategi bisnis yang diarahkan untuk meraih dan
mempertahankan pasar pada segmen sempit dari seluruh pasar
potensial yang ada.
(2)
Prospector, strategi bisnis yang diarahkan secara agresif
untuk meraih pasar seluas-luasnya melalui inovasi produkproduk
baru.
(3) Analyzer, strategi bisnis yang dijalankan melalui imitasi, yaitu
meniru apa yang dilakukan prospektor. Strategi bisnis seperti ini
bertujuan meraih keuntungan dengan meminimalkan risiko.
(4) Kepemimpinan dalam biaya (cost-leadership strategy),
strategi bisnis yang diarahkan untuk meraih pasar seluasluasnya
melalui harga produk yang semurah-murahnya.
(5) Diferensiasi (differentiation strategy), strategi bisnis yang
diarahkan untuk meraih pasar seluas-luasnya melalui keunikan
produk yang dihasilkan. Keunikan tersebut bisa dicirikan oleh
kualitas yang tinggi, pelayanan yang prima, maupun rancangan
produk yang inovatif.
(6) Fokus (focus strategy), strategi bisnis yang diarahkan dalam
segmen pasar yang sempit yang dijalankan melalui fokus dalam
kepemimpinan biaya (cost focus) atau fokus dalam diferensiasi
(differentiation focus).
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


STRATEGI
BISNIS
Defender
Prospektor
Analyzer
Kepemimpinan
Biaya
Diferensiasi
Fokus
STRATEGI
BISNIS
Defender
Prospektor
Analyzer
Kepemimpinan
Biaya
Diferensiasi
Fokus
Gambar 1 Alternatif Strategi Bisnis


Kebijakan adalah pedoman umum pembuatan keputusan. Kebijakan
merupakan batas bagi keputusan, yaitu menentukan apa yang dapat
dibuat dan apa yang tidak dapat dibuat.

Program adalah kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka
menjalankan usaha tersebut.

Anggaran adalah laporan sumberdaya keuangan yang disusun untuk
membiayai kegiatan-kegiatan tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Anggaran terutama digunakan sebagai peralatan pengawasan dalam
mengelola usaha.

Prosedur adalah pedoman pelaksanaan kebijakan yang lebih rinci.
Suatu prosedur memberikan sejumlah instruksi yang terperinci untuk
pelaksanaan serangkaian kegiatan yang terjadi secara teratur.

Aturan adalah ketentuan bahwa sesuatu tindakan tertentu harus atau
tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Aturan digunakan untuk
mengimplementasikan kegiatan-kegiatan.
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


2.
Sifat dan Manfaat Perencanaan Usaha
Suatu perencanaan usaha yang baik pada umumnya memiliki sifat
sebagai berikut:
a) Fokus, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi
tertentu serta tujuan yang jelas.

b)
Rasional dan faktual, artinya perencanaan usaha dibuat
berdasarkan pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi
masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada.

c)
Berkesinambungan dan estimasi, artinya perencanaan usaha
dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta
perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa datang.

d)
Preparasi dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat
sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang
akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan lingkungan bisnis yang
dihadapi.

e)
Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana
mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan.
Apabila suatu perencanaan usaha memiliki sifat-sifat di atas, maka

dengan membuat perencanaan usaha akan diperoleh beberapa manfaat
sebagai berikut:

1. Pekerjaan atau aktivitas dapat dilakukan secara teratur dan dengan
tujuan yang jelas.
2. Menghindari pekerjaan atau aktivitas yang tidak produktif serta
penggunaan sumberdaya yang lebih efisien.
3. Menyediakan alat evaluasi untuk menentukan berhasilan usaha.
4. Menyediakan landasan untuk pengawasan dan upaya perbaikan.
Artinya, perencanaan usaha digunakan untuk menjamin bahwa
tujuan yang telah ditetapkan tercapai.
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


3. Proses Perencanaan Usaha
Telah dijelaskan bahwa, perencanaan usaha adalah proses. Sebagai
suatu proses, maka membuat suatu perencanaan usaha dilakukan dengan
mengikuti langkah-langkah tertentu. Adapun langkah-langkah yang
dimaksud dapat diragakan sebagai berikut:

LANGKAH 1:
Mengidentifikasi
Peluang Usaha
LANGKAH 2:
Menentukan jenis
usaha yang akan
dilakukan
LANGKAH 3:
Melakukan studi
kelayakan usaha
LANGKAH 4:
Menyusun
proposal
usaha
Proses
Perencanaan
Usaha
Gambar 2
Proses Perencanaan Usaha


LANGKAH 1. Mengidentifikasi peluang usaha

Pada umumnya, suatu produk berpotensi untuk laku dijual dan
menguntungkan apabila penawaran untuk produk tersebut masih lebih
kecil dari permintaannya. Peluang usaha muncul ketika permintaan pasar
lebih besar dari penawarannya. Jadi peluang usaha dicirikan oleh masih
adanya permintaan pasar untuk produk tersebut.

LANGKAH 2. Menentukan jenis usaha yang akan dijalankan

Berdasarkan langkah indentifikasi akan diperoleh berbagai alternatif
jenis usaha yang mungkin dipilih. Dari sejumlah alternatif yang ada

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


selanjutnya dilakukan penilaian awal untuk menentukan jenis usaha yang
paling memungkinkan dan dipandang paling menguntungkan. Tentunya
dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin menjadi
pendukung maupun penghambat usaha. Pertimbangan-pertimbangan
yang perlu diperhatikan antara lain:

a) Jumlah modal dan sumber modal yang diperlukan.
b) Ketersediaan bahan baku baik secara kualitas, kuantitas maupun

kontinuitasnya.
c) Ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan.
d) Prospek pemasaran produk yang dihasilkan.
e) Cara-cara pendistribusian.
f) Daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.
g) Selera konsumen.


LANGKAH 3. Melakukan studi kelayakan usaha

Studi kelayakan usaha (SKU) atau feasibillity studi adalah cara yang
ditempuh untuk menentukan layak tidaknya suatu gagasan usaha
dilaksanakan. Maksud layak di sini dilihat dari berbagai aspek sebagai
berikut:

1) Aspek pasar dan pemasaran

Kelayakan usaha dilihat dari aspek pasar dan pemasaran ditunjukkan
oleh ada tidaknya peluang pasar untuk diraih. Suatu jenis usaha layak
dilaksanakan apabila jenis usaha tersebut memiliki peluang pasar yang
relatif tinggi. Peluang pasar ditunjukkan oleh ekses permintaan. Ekses
permintaan terjadi jika jumlah permintaan melebihi jumlah
penawarannya. Semakin tinggi ekses permintaan, semakin tinggi
peluang pasar, dan karena itu semakin layak jenis usaha tersebut
untuk dilaksanakan.

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


2) Aspek produksi
Kelayakan usaha dilihat dari aspek produksi diantaranya berkenaan
dengan lokasi usaha yang direncanakan, fasilitas dan peralatan
produksi, pasokan bahan baku, serta ketersediaan tenaga kerja. Suatu
proyek dikatakan layak dilihat dari aspek produksi ditandai oleh lokasi
usaha yang strategis, tersedianya fasilitas dan peralatan produksi yang
memadai, tersedianya pasokan bahan baku yang terus menerus, serta
tersedianya tenaga kerja yang dibutuhkan.

3) Aspek finansial
Kelayakan usaha dilihat dari aspek finansial berkenaan dengan
manfaat yang mungkin diperoleh oleh investor atau pengusaha.
Manfaat ini disebut sebagai laba bisnis atau laba usaha (business
profit), yaitu pendapatan yang diperoleh setelah dikurangi dengan
seluruh biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha. Dilihat dari
aspek finansial, suatu jenis usaha layak dilakukan apabila jenis usaha
tersebut mampu memberikan laba usaha yang memadai kepada
investor dan/atau kepada pengusaha yang menjalankan usaha
tersebut.

4) Aspek organisasi dan manajemen
Kelayakan usaha dilihat dari aspek organisasi dan manajemen
berkenaan dengan struktur kepemilikan usaha, struktur organisasi,
serta tim manajemen yang mengelola jenis usaha yang direncanakan.

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


Pemilihan lokasi dan jenis
produk akan menentukan
besarnya biaya yang
dibutuhkan
produk akan menentukan
besarnya biaya yang
dibutuhkan


LANGKAH 4. Membuat proposal usaha
Langkah terakhir dalam proses perencanaan usaha adalah

membuat proposal usaha. Proposal usaha adalah dokumen tertulis dari

perencanaan usaha.

c. Rangkuman 1
1)
Perencanaan usaha adalah proses penentuan visi, misi dan tujuan,
strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang
diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu.

2)
Suatu perencanaan usaha yang baik pada umumnya memiliki sifat
sebagai berikut: Fokus, artinya perencanaan usaha dibuat
berdasarkan visi, misi tertentu serta tujuan yang jelas. Rasional dan
faktual, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran
yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung
dengan fakta-fakta yang ada. Berkesinambungan dan estimasi,

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan
yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa
datang. Preparasi dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat
sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan
dilaksanakan yang disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis
yang dihadapi. Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat
sesederhana mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan.

3)
Beberapa manfaat perencanaan usaha adalah pekerjaan atau aktivitas
dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang jelas,
menghindari pekerjaan atau aktivitas yang tidak produktif serta
penggunaan sumberdaya yang lebih efisien, menyediakan alat evaluasi
untuk menentukan berhasilan usaha, serta menyediakan landasan
untuk pengawasan dan upaya perbaikan. Artinya, perencanaan usaha
digunakan untuk menjamin bahwa tujuan yang telah ditetapkan
tercapai.

4)
Proses perencanaan usaha meliputi empat hal, yaitu mengidentifikasi
peluang usaha, menentukan jenis usaha yang akan dijalankan,
melakukan studi kelayakan usaha, dan membuat proposal usaha.

d. Tugas
Seandainya Anda akan membuat suatu perencanaan usaha, maka Anda

harus mempertimbangan hal-hal dibawah ini:
1) Jumlah modal dan sumber modal yang diperlukan.
2) Ketersediaan bahan baku baik secara kualitas, kuantitas
maupun kontinuitasnya.
3) Ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan.
4) Prospek pemasaran produk yang dihasilkan.
5) Cara-cara pendistribusian.

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


6) Daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.

7) Selera konsumen.
Tugas Anda, coba identifikasi ketujuh hal di atas seandainya Anda akan
suatu membuka usaha, apakah semuanya tersedia dan mendukung
rencana usaha Anda atau justru sebaliknya ?

e. Evaluasi
1) Instrumen Penilaian
1. Jelaskan dengan rinci apa yang dimaksud dengan perencanaan
usaha? (20)
2. Jelaskan apa sifat dari perencanaan usaha (20)
3. Apa manfaat yang bisa diperoleh dari perencanaan usaha? (15)
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan perencanaan usaha sebagai
proses? (20)
5. Jelaskan, perencanaan usaha yang bagaimanakah yang baik
menurut asfek kelayakan finansial ! (25)
2) Kunci jawaban

1. Perencanaan usaha adalah proses penentuan visi, misi dan tujuan,
strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang
diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu.
2. Suatu perencanaan usaha yang baik pada umumnya memiliki sifat
sebagai berikut: fokus, artinya perencanaan usaha dibuat
berdasarkan visi, misi tertentu serta tujuan yang jelas, fasional
dan faktual, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan
pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta
didukung dengan fakta-fakta yang ada, berkesinambungan dan
estimasi, artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan
tentang kondisi di masa datang, preparasi dan fleksibel, artinya
perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk
tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan
dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi, operasional,
artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, rinci serta
dapat dilaksanakan,

3. Beberapa manfaat perencanaan usaha adalah
pekerjaan atau
aktivitas dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang
jelas, menghindari pekerjaan atau aktivitas yang tidak produktif
serta penggunaan sumberdaya yang lebih efisien, menyediakan alat
evaluasi untuk menentukan berhasilan usaha, serta menyediakan
landasan untuk pengawasan dan upaya perbaikan, Artinya,
perencanaan usaha digunakan untuk menjamin bahwa tujuan yang
telah ditetapkan tercapai.
4. Perencanaan sebagai suatu proses artinya perencanaan itu dibuat
dengan mengikuti prosedur tertentu. Adapun prosedur dari
perencanaan usaha meliputi empat hal, yaitu mengidentifikasi
peluang usaha, menentukan jenis usaha yang akan dijalankan,
melakukan studi kelayakan usaha, dan membuat proposal usaha.
5. Dilihat dari aspek finansial, suatu jenis usaha layak dilakukan
apabila jenis usaha tersebut mampu memberikan laba usaha yang
memadai kepada investor dan/atau kepada pengusaha yang
menjalankan usaha tersebut.
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


3) Kriteria Penilaian

Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban. Hitunglah jawaban
Anda yang benar. Angka dalam kurung yang ada di belakang setiap nomor
menunjukkan skor nilai tiap nomor, yang kalau dijumlahkan skor
keseluruhannya adalah 100.

Selanjutnya, gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar modul ini.
Jumlah jawaban Anda yang benar
Tingkat penguasaan = X 100 %

100

Arti tingkat pemahaman Anda:

90 % - 100 % = amat baik dan sangat berhasil

80 % - 89 % = baik dan berhasil

70 % - 79 % = kurang berhasil

? 69 % = tidak berhasil

Tingkat kelulusan bisa dicapai bila Anda bisa menjawan minimal 80
% dari soal-soal di atas. Kurang dari standar di atas Anda dinyatakan tidak
lulus.

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


2. Kegiatan Belajar 2
MENILAI KELAYAKAN USAHA DAN
MEMBUAT PROPOSAL USAHA


a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 2
Setelah mempelajari kegiatan belajar 2 ini diharapkan siswa
memiliki kemampuan untuk:

(1) Menjelaskan arti penilaian kelayakan usaha.
(2) Menentukan kelayakan usaha dengan menggunakan analisis manfaat
finansial.
(3) Menjelaskan pengertian dan tujuan membuat proposal usaha.
(4) Menjelaskan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap proposal
usaha.
(5) Menjelaskan isi dan sistematika proposal usaha.
(6) Membuat proposal usaha.
b. Uraian Materi 2
1. Pengertian Penilaian Kelayakan Usaha
Sebagaimana telah dijelaskan di muka, tujuan utama dari suatu
usaha adalah memperoleh keuntungan atau laba finansial. Karena itu
penentuan layak tidaknya suatu usaha yang direncanakan akan
dilaksanakan atau tidak ditentukan oleh kemungkinan keuntungan
finansial yang dapat diperoleh. Menilai kelayakan usaha adalah cara yang
ditempuh untuk menentukan layak (feasible) tidaknya suatu usaha
dilaksanakan. Pada umumnya, apabila penilaian kelayakan usaha
dilakukan dengan benar dan hasilnya menunjukkan bahwa usaha yang
direncanakan itu layak untuk dilaksanakan, maka pelaksanaannya jarang

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


mengalami kegagalan, kecuali penilaian kelayakan usaha dilakukan
dengan data yang tidak benar dan/atau karena adanya faktor-faktor yang
tidak dapat terkontrol, misalnya terjadi bencana alam.

Bagaimana kita menilai kelayakan usaha yang direncanakan? Untuk
menilai apakah suatu usaha yang direncanakan layak (feasible) atau tidak
dilaksanakan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya melalui
analisis manfaat finansial. Ada beberapa kriteria yang biasa digunakan
untuk menentukan kelayakan usaha melalui analisis manfaat finansial.
Dari sekian banyak kriteria tersebut ada empat yang paling banyak
digunakan, yaitu net present value (NPV), internal rate of return (IRR),
net benefit cost ratio (Net B/C), dan profitability index. Kita bahas secara
singkat keempat kriteria tersebut.

1) Net Present Value (NPV)

Net Present Value (NPV) atau nilai sekarang bersih adalah
analisis manfaat finansial yang digunakan untuk mengukur layak tidaknya
suatu usaha dilaksanakan dilihat dari nilai sekarang (present value) arus
kas bersih yang akan diterima dibandingkan dengan nilai sekarang dari
jumlah investasi yang dikeluarkan. Arus kas bersih adalah laba bersih
usaha ditambah penyusutan, sedang jumlah investasi adalah jumlah total
dana yang dikeluarkan untuk membiayai pengadaan seluruh alat-alat
produksi yang dibutuhkan dalam menjalankan suatu usaha.

Jadi, untuk menghitung NPV dari suatu usaha diperlukan data
tentang: (1) jumlah investasi yang dikeluarkan, dan (2) arus kas bersih
per tahun sesuai dengan umur ekonomis dari alat-alat produksi yang
digunakan untuk menjalankan usaha yang bersangkutan. Berdasarkan
kedua data tersebut, NVP dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut.

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


nnn n

AKB I

NPV ?? n ?? n ?? PVAKB?? PVI (1)
i ?1 ?1? i? i?0 ?1? i? i?1i? 0

di mana:
NVP = net present value
AKB = arus kas besih = (laba setelah pajak + penyusutan) dari tahun pertama sampai

tahun n
i = Tingkat diskonto (discount factor) = tingkat bunga
PVAKB = present value dari AKB
I = pengeluaran investasi dari tahun awal (tahun 0) sampai tahun n
PVI = present value dari investasi

Kriteria penilaian adalah, jika NPV? 0 maka usaha yang
direncanakan atau yang diusulan layak untuk dilaksanakan dan jika
NPV<0, jenis usaha yang direncanakan tidak layak untuk dilaksanakan.

2) Internal Rate of Return (IRR)

Ukuran kedua yang sering digunakan dalam analisis manfaat
finansial adalah internal rate of return (IRR) atau tingkat pengembalian
dari investasi. IRR menunjukan tingkat discount rate atau tingkat
keuntungan dari investasi yang menghasilkan NPV sama dengan nol.
Untuk mengitung IRR digunakan rumus sebagai berikut:

NPV?

IRR ? i1 ? positif negatif ??i2 ? i1 ? (2)

?NPV ? NPV

di mana:
i1 = tingkat diskonto (tingkat bunga) yang menghasilkan NPV positif
i2 = tingkat diskonto (tingkat bunga) yang menghasilkan NPV negatif


Kriteria penilain digunakan tingkat bunga bank. Jadi, jika IRR ? tingkat
bunga bank, maka usaha yang direncanakan atau yang diusulan layak
untuk dilaksanakan, dan jika sebaliknya usaha yang direncanakan tidak
layak untuk dilaksanakan.

3) Net B/C

Analisis net B/C merupakan perbandingan antara presen value dari
arus kas bersih dengan present value investasi yang dikeluarkan. Net B/C

20

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


sering juga disebut sebagai profitability indeks. Jadi, net B/C dihitung
dengan rumus:

? PVAKB

NetB/C ? (3)

? PVI
Kriteria penilaian dilakukan sebagai berikut: jika net B/C ? 1 usaha
yang direncanakan layak untuk dilaksanakan, dan jika net B/B < 1 usaha
yang direncanakan tidak layak untuk dilaksanakan.

2. Contoh Aplikasi Penilaian Kelayakan Usaha
Untuk memahami bagaimana penilain kelayakan usaha dilakukan,
cermati contoh berikut dengan seksama. Bila perlu diskusikan dengan
teman-teman dan minta bimbingan guru untuk memahaminya.

Anggaplah A sedang merencanakan untuk menjalankan usaha
angkutan kota. Untuk maksud tersebut, A berusaha memperoleh informasi
lebih mendalam mengenai usaha angkutan kota tersebut. Berdasarkan
data yang berhasil dikumpulkan dari beberapa pengusaha angkutan kota
diperoleh data sebagai berikut:

1. Jumlah biaya investasi untuk satu kendaraan angkutan kota bekas siap
pakai mencapai RP. 39.850.000,00 dengan umur ekonomis selama 5
tahun. Di samping itu berdasarkan pengalaman, kendaraan setelah
lima tahun masih memiliki nilai sisa dengan harga jual Rp.
5.000.000,00.
2. Biaya operasi dan pemeliharaan per tahun mencapai 4.620.000,00
dengan rinciannya per tahun adalah,
a. Gaji sopir Rp. 1.800.000,00 .
b. Biaya ban Rp. 2.340.000,00.
c. Biaya aki Rp. 80.000,00.
d. Biaya perawatan Rp. 120.000,00
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


Selama 5 tahun jumlah biaya operasi dan perawatan diperkirakan tidak
berubah.

3. Penyusutan kendaraan dilakukan dengan menggunakan metode garis
lurus. Perhitungannya adalah,
Penyusutan kendaran per tahun = (harga beli aset – nilai sisa)/umur
ekonomis = (39.850.000 – 5.000.000)/5 = Rp. 6.970.000,00.
4. Setoran rata-rata per hari Rp. 55.000,00 dan sebulan dihitung 26 hari.
Dengan demikian, perkiraan pendapatan per tahun adalah Rp.
17.160.000,00.
5. Sumber dana investasi seluruhnya dibiaya dari modal sendiri. Tingkat
bunga kredit bank diketahui misalnya sebesar 19% per tahun.
Berdasarkan data tersebut, A ingin mengetahui apakah rencana
usaha angkutan kota tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. Untuk
maksud tersebut A menghitung perkiraan rugi/laba, perkiraan arus kas,
dan analisis manfaat finansial terhadap rencana usaha angkutan kota
tersebut. Hasilnya dipaparkan melalui Tabel 1 sampai Tabel 4 sebagai
berikut:

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


TABEL 1

Perkiraan Rugi/Laba Usaha Angkutan Kota
(dalam Rp. 000)

N
o
Keterangan
Tahun
0 1 2 3 4 5
1 Pendapatan usaha
a. Setoran
b. Nilai sisa
-17.160 17.160 17.160 17.160 17.160
5.000
2 Jumlah Pendapatan 17.16
0
17.16
0
17.16
0
17.16
0
22.16
0
4 a. Biaya operasional dan
pemeriharaan
b. Biaya Penyusutan
-
-
4.620
6.970
4.620
6.970
4.620
6.970
4.620
6.970
4.620
6.970
5 Jumlah biaya 11.59
0
11.59
0
11.59
0
11.59
0
11.59
0
6 LABA KOTOR: (2) – (5)
5.570 5.570 5.570 5.570
10.57
0
7 Bunga pinjaman ------
8 LABA SEBELUM PAJAK -
5.570 5.570 5.570 5.570
10.57
0
9 Pajak ------
10 LABA BERSIH -
5.570 5.570 5.570 5.570
10.57
0
11 ARUS KAS BERSIH:
(10) + (Penyusutan)
-12.54
0
12.54
0
12.54
0
12.54
0
17.54
0

TABEL 2

Perkiraan Arus Kas Bersih Usaha Angkutan Kota
(dalam Rp)

Tahun Investasi Arus Kas Bersih
0 39.850.000,00 -
1 -12.540.000
2 -12.540.000
3 -12.540.000
4 -12.540.000
5 -17.720.000

23

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


TABEL 3
Perhitungan Net Present Value Usaha Angkutan Kota


Tahun Investasi
Arus Kas
Bersih
(AKB)
DF*)
19%
Present
Value
Investasi
(PVI)
Present
Value AKB
(PVAKB)
0 39.850.000 1 39.850.000 -
1 -12.540.000 .8403 -10.537.362
2 -12.540.000 .7062 -8.855.748
3 -12.540.000 .5934 -7.441.236
4 -12.540.000 .4987 -6.253.698
5 -17.720.000 .4190 -7.424.680
Jumlah 39.850.00
0
40.512.724

*) DF = discount factor = 1 di mana i = tingkat bunga; n = tahun
?1?i?n


Perhitungan NPV
Berdasarkan Tabel 3, dapat dihitung besarnya NPV sebagai berikut:

nnn n

AKB I

NPV ?? n ?? ?? PVAKB ?? PVI

n

i? 1 ?1 ? i? i? 0 ?1 ? i? i? 1i ? 0

NPV = 40.512.724 – 39.850.000 = 662.724 ? 0.


Perhitungan Net B/C
Mengitung net B/C juga menggunakan data pada Tabel 3 sebagai
berikut:

? PVAKB

NetB/ C ?

? PVI

40.512.724
Net B/C = = 1,02 > 1

39.850.000
24

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


Net B/C = 1,02 mengandung arti, dari setiap Rp. 1 pengeluaran
investasi sanggup menghasilkan penerimaan kas bersih sebesar Rp.
1,02.


Perhitungan IRR
Perhitungan IRR dikemukakan melalui Tabel 4 di bawah ini.
TABEL 4

Perhitungan IRR Usaha Angkutan Kota

Tahun
Arus Kas
Bersih
(Rp 000)
Tingkat Bunga 19% Tingkat Bunga 21%
DF PVAKB DF PVAKB
12.540.000 .8403 10.537.362 .8264 10.363.056
12.540.000 .7062 8.855.748 .6830 8.564.820
12.540.000 .5934 7.441.236 .5644 7.077.576
12.540.000 .4987 6.253.698 .4665 5.849.910
17.720.000 .4190 7.424.680 .3855 4.834.170
Jumlah 40.512.724 -36.689.532
PVI 39.850.000 -39.850.000
NPV 662.724 -? 3.160.468

NPV?

IRR ? i1 ? positif negatif ??i2 ? i1 ?

?NPV ? NPV

di mana:
i1 = tingkat diskonto (tingkat bunga) yang menghasilkan NPV positif


i2 = tingkat diskonto (tingkat bunga) yang menghasilkan NPV negatif

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


662.724

IRR ? 0,19 ??0,21 ? 0,19?

?662.724 ? (? 3.160.468)?

662.724

?0,19 ??0,02?

?662.724 ? 3.160.468?

= 0,1935

= 19,35% > 19%


Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis manfaat finansial, yaitu dengan
menggunakan ukuran atau kriteria NPV, net B/C dan IRR diperoleh
informasi bahwa:

(1) NPV > 0
(2) IRR > 19%, dan
(3) Net B/C atau indeks profitabilitas > 1
Karena itu dapat disimpulkan bahwa, rencana usaha angkutan kota
layak untuk dilaksanakan.

3. Pengertian dan Tujuan Proposal Usaha
Proposal usaha adalah dokumen tertulis tentang perencanaan
usaha yang diusulkan kepada pihak investor (pemilik modal) maupun
perbankan sebagai bahan pertimbangan dan penilaian untuk memperoleh
dana investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha yang
direncanakan. Perhatikan, dari definisi tersebut terungkap bahwa:

(1) Proposal usaha adalah sebuah dokumen tertulis tentang perencanaan
usaha. Sebagai dekokumen tertulis, maka sebuah proposal usaha
harus ditulis dengan benar, lengkap, rinci, akurat dan jelas.
(2) Proposal usaha dibuat dengan tujuan utama untuk memperoleh dana
investasi yang dibutuhkan dalam rangka membiayai pelaksanaan
usaha yang direncanakan.
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


(3) Proposal usaha diajukan kepada penyandang dana, yaitu investor
dan/atau pihak perbankan.
4. Pihak-pihak yang Membutuhkan Proposal Usaha
Sebagaimana terungkap dari pengertian proposal usaha di atas,
ada beberapa pihak yang memerlukan proposal usaha sebagai berikut:

1) Pengusaha
Bagi pengusaha proposal usaha merupakan dokumen tertulis lengkap
dan rinci tentang perencanaan usaha (business plan) yang akan
dilakukan dan digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi pelaksanaan
dari usaha yang direncanakan.

2) Investor
Bagi investor, proposal usaha merupakan gambaran tentang prospek
usaha dan kemungkinan-kemungkinan keuntungan yang dapat
diperoleh. Karena itu sebuah proposal usaha bagi investor akan
dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan
kemungkinan ikut berinvestasi dalam usaha yang direncakan dalam
proposal usaha tersebut.

3) Perbankan/Lembaga Keuangan
Melalui proposal usaha pihak perbankan dapat menilai mengenai
prospek kesinambungan serta kemampuan usaha yang direncanakan
dalam membayar semua kewajiban finansialnya. Karena itu bagi pihak
perbankan, proposal usaha digunakan sebagai dasar penilaian untuk
menentukan penyaluran kredit bagi pendanaan usaha tersebut.

4) Pemerintah
Melalui proposal usaha, pemerintah dapat menilai mengenai
sumbangan usaha yang akan dilaksanakan terhadap kegiatan
ekonomi maupun dampak sosial yang ditimbulkan bagi masyarakat
secara keseluruhan.

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


5. Isi dan Sistematika Proposal Usaha
Sebagai sebuah dokumen tertulis perencanaan usaha yang akan
digunakan untuk memperoleh dana investasi, maka proposal usaha
harus dibuat dengan objektif, lengkap, rinci, akurat, jelas, komunikatif
dan sudah tentu menarik untuk dibaca. Isi proposal usaha pada intinya
akan mengungkapkan tentang deskripsi perusahaan, aspek pasar dan
pemasaran, aspek produksi, aspek keuangan, serta aspek organisasi
dan manajemen.
Bagaimana sistematika penyusunan proposal usaha? Tidak ada
sistematika yang baku. Tetapi yang penting, sebuah proposal usaha
harus dapat menarik minat investor menanamkan modalnya, atau
pihak perbankan agar mau memberikan kredit guna membiayai
investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan usaha yang
direncanakan.
Meskipun belum ada bentuk atau sistematika penyusunan proposal
yang baku, tetapi pada umumnya sebuah proposal akan disusun
dengan sistematika sebagai berikut:

(1) Ringkasan
Tujuan dari ringkasan adalah memberikan informasi singkat
tentang keseluruhan isi proposal usaha. Dengan membaca ringkasan,
dalam waktu yang relatif singkat pihak-pihak yang berkepentingan
seperti investor atau pihak perbankan sudah dapat memperoleh
gambaran menyeluruh mengenai keseluruhan isi proposal. Karena itu,
isi ringkasan harus ditulis secara singkat, padat tetapi jelas menyentuh
keseluruhan isi proposal.

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


(2) Diskripsi Perusahaan
Dalam bagian ini dikemukakan segala sesuatu yang berhubungan
dengan perusahaan yang akan melaksanakan usaha tersebut. Nama,
visi, misi, dan tujuan perusahaan. Tidak ketinggalan dikemukakan juga
riwayat perusahaan dilengkapi dengan dokumen perusahaan, jenis
usaha yang dikelola serta jenis usaha yang direncanakan akan
dilaksanakan. Bila diperlukan lengkapi deskripsi ini dengan gambar
atau foto yang dianggap penting.

(3) Aspek Pasar dan Pemasaran
Bagian ini mengemukakan tiga hal, yaitu gambaran struktur industri

dan lingkungan usaha, kondisi pasar serta rencana pemasaran yang

akan dijalankan untuk produk yang akan dihasilkan.

(4) Aspek Produksi
Dalam bagian ini dikemukakan hal-hal yang berhubungan dengan
aspek teknis produksi. Di dalamnya menyangkut lokasi usaha, fasilitas
dan peralatan produksi yang dibutuhkan, pasokan bahan mentah,
kebutuhan tenaga kerjas, serta biaya produksi.

(5) Aspek Keuangan
Aspek keuangan memaparkan tentang tahapan usaha, biaya
prainvestai, biaya investasi, biaya pemasaran, administrasi dan
umum, sumber pembiayaan dan penggunaan dana, proyeksi labarugi,
proyeksi aliran kas, serta analisis finansial kelayakan usaha.

(5) Aspek Organisasi dan Manajemen
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


Dalam bagian ini diuraikan tentang struktur organisasi disertasi
deskripsi pekerjaan untuk masing-masing jabatan yang terdapat
dalam struktur organisasi, tim manajemen yang mengelola usaha
dilengkapi dengan daftar riwayat hidup singkat.

(6) Kesimpulan
Bagian kesimpulan mengemukakan kesimpulan sehubungan
dengan layak tidaknya suatu usaha yang direncanakan dilaksanakan,
baik dilihat dari aspek pasar dan pemasaran, produksi, keuangan
serta aspek organisasi dan manajemen.

(7) Daftar Rujukan dan Lampiran
Daftar rujukan mengemukakan berbagai referensi yang digunakan
untuk membuat prposal usaha. Sedang lampiran mengemukakan
berbagai informasi penting yang relevan dengan isi proposal usaha.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut
dikemukakan isi dan sistematika proposal usaha sebagai berikut:

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


Tabel 1

Isi dan Sistimatika Proposal Usaha

RINGKASAN
BAB I DESKRIPSI PERUSAHAAN
A. Deskripsi umum perusahaan
B. Riwayat dan dokumen perusahaan
C. Visi, misi dan tujuan Perusahaan
D. Jenis usaha yang dikelola
E. Jenis usaha yang direncanakan dan poduk yang akan dihasilkan
BAB II PASAR DAN PEMASARAN
A. Gambaran industri dan lingkungan usaha
B. Kondisi pasar
1. Pasar sasaran
2. Peluang pasar
3. Estimasi pangsa pasar
C. Rencana pemasaran
1. Penetapan harga produk
2. Strategi pemasaran
3. Estimasi penjualan
BAB III ASPEK PRODUKSI
A. Analisis lokasi usaha
B. Fasilitas dan peralatan produksi
C. Kebutuhan bahan baku
D. Kebutuhan tenaga kerja
E. Proses produksi
F. Kapasitas produksi
G. Struktur biaya produksi
BAB IV ASPEK KEUANGAN
A. Tahapan pelaksanaan usaha yang direncanakan
B. Biaya pra-investasi: biaya persiapan dan studi kelayakan
C. Biaya investasi
D. Biaya pemasaran, administrasi dan umum
E. Sumber pembiayaan dan penggunaan dana
F. Proyeksi laba-rugi
G. Proyeksi aliran kas
H. Analisis manfaat finansial usaha (AMFU)
BAB V KESIMPULAN

DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


c. Rangkuman 2
1) Penilaian kelayakan usaha adalah cara yang ditempuh untuk
menentukan layak tidaknya suatu usaha dilaksanakan.
2) Penilaian kelayakan usaha dilakukan melalui analisis manfaat
finansial.
3) Melalui analisis manfaat finansial, ada tiga kriteria yang biasa
digunakan untuk menentukan layak tidaknya suatu usaha
dilaksanakan, yaitu analisis NPV, IRR dan analisis NetB/C.
4) Proposal usaha adalah dokumen tertulis tentang perencanaan
usaha yang diusulkan kepada pihak investor (pemilik modal)
maupun perbankan sebagai bahan pertimbangan dan penilaian
untuk memperoleh dana investasi yang dibutuhkan untuk
menjalankan usaha yang direncanakan.
5) Proposal usaha dibuat dengan tujuan utama untuk memperoleh
dana investasi yang dibutuhkan dalam rangka membiayai
pelaksanaan usaha yang direncanakan.
6) Pihak-pihak yang berkepentingan dengan proposal usaha adalah
pengusaha itu sendiri, investor, perbankan, dan pemerintah.
7) Isi dan sistematika proposal usaha meliputi ringkasan, deskripsi
perusahaan, aspek pasar dan pemasaran, aspek produksi, aspek
keuangan, aspek organisasi dan manajemen, serta kesimpulan.

c. Tugas
Buatlah suatu proposal usaha berdasarkan isi dan sistematika proposal
usaha yang telah Anda pelajari dalam modul ini !

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


e. Evaluasi
1)
Instrumen Penilaian

Untuk memantapkan penguasaan Anda terhadap keseluruhan
materi modul ini, berikut dikemukakan beberapa pertanyaan evaluasi..
Jawablah seluruh pertanyaan yang terdapat dalam instrumen penilaian ini.
Setelah seluruhnya dijawab, cocokkan jawaban Anda dengan kunci
jawabannya. Selanjutnya lihat Bab III untuk tindak lanjut yang harus Anda
lakukan.
Petunjuk. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas.

1. Apa yang dimaksud dengan penilaian kelayakan usaha? (15)
2. Dengan
menggunakan analisis manfaat finansial, jelaskan
bagaimana menilaian kelayakan usaha yang direncanakan? (20)
3. Apa yang dimaksud dengan proposal usaha ? (15))
4. Apa tujuan utama dari membuat proposal usaha? (20))
5. Jelaskan pihak-pihak siapa saja yang berkepentingan terhadap
proposal usaha? (15)
6. Kemukakan isi dan sistematika proposal usaha ! (15)
2) Kunci Jawaban

1. Penilaian kelayakan uasaha adalah cara yang ditempuh untuk
menentukan layak tidaknya suatu usaha dilaksanakan.
2. Dengan menngunakan analisis manfaat finansial, kelayakan usaha
yang direncanakan ditentukan dengan menggunakan tiga kriteria,
yaitu analisis NPV, IRR dan analisis Net B/C. Suatu rencana usaha
dikatakan layak untuk dilaksanakan jika: NPV ? 0; IRR > bunga
bank, dan NetB/C > 1.
3. Proposal usaha adalah dokumen tertulis tentang perencanaan
usaha yang diusulkan kepada pihak investor (pemilik modal)
Modul 19, Membuat Rencana Usaha


maupun perbankan sebagai bahan pertimbangan dan penilaian
untuk memperoleh dana investasi yang dibutuhkan untuk
menjalankan usaha yang direncanakan.

4. Tujuan utama membuat proposal usaha adalah untuk memperoleh
dana investasi yang dibutuhkan dalam rangka membiayai
pelaksanaan usaha yang direncanakan.
5. Pihak-pihak yang berkepentingan dengan proposal usaha adalah
pengusaha itu sendiri, investor, perbankan, dan pemerintah.
6. Isi dan sistematika proposal usaha meliputi ringkasan, deskripsi
perusahaan, aspek pasar dan pemasaran, aspek produksi, aspek
keuangan, aspek organisasi dan manajemen, serta kesimpulan.
3) Kriteria Penilaian

Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban. Hitunglah jawaban
Anda yang benar. Angka dalam kurung yang ada di belakang setiap nomor
menunjukkan skor nilai tiap nomor, yang kalau dijumlahkan skor
keseluruhannya adalah 100.

Selanjutnya, gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar modul ini.
Jumlah jawaban Anda yang benar
Tingkat penguasaan = X 100 %

100
Arti tingkat pemahaman Anda:
90 % - 100 % = amat baik dan sangat berhasil
80 % - 89 % = baik dan berhasil
70 % - 79 % = kurang berhasil


? 69 % = tidak berhasil

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


Tingkat kelulusan bisa dicapai bila Anda bisa menjawan minimal 80
% dari soal-soal di atas. Kurang dari standar di atas Anda dinyatakan tidak
lulus.

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


BAB III
PENUTUP

Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80 % ke atas, berarti
Anda bagus dan berhasil dan Anda boleh mengajukan ujian sertifikasi !
Anda dapat meneruskan pada modul 20. Tetapi, bila penguasaan Anda
masih dibawah 80 % Anda belum berhasil dan berarti Anda harus
mengulangi mempelajari kegiatan belajar pada modul ini, terutama bagian
yang belum Anda kuasai untuk mengajukan uji sertifikasi.

Modul 19, Membuat Rencana Usaha


DAFTAR PUSTAKA


Djamin, Zulkarnaen. (1984). Perencanaan dan Analisis Proyek.
Jakarta: LP-FE Universitas Indonesia.

Ibrahim, H.M.Yacob. (1998). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Rineka
Cipta.

5th

Griffin, Ricky W. (1996). Management. Edition. U.S.A: Houghton
Mifflin Company.

Husein Umar. (1997). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.

Ichsan, Moch., Kusnadi, dan M. Syaifi. (2000). Studi Kelayakan Proyek
Bisnis. Malang: Universitas Brawijaya.

Kusnendi. (2003). Studi Kelayakan Proyek Bisnis. Bandung: JPE
Universitas Pendidikan Indonesia.

Machfoedz, Mahmud & Mas’ud Machfoedz. (2004). Kewiraswastaan
Suatu Pendekatan Kontemporer. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Nitisemito, Alex S. & Umar Burhan. (2004). Wawasan Studi Kelayakan
dan Evaluasi Proyek. Jakarta: Bumi Aksara.

Prawirohardjono, Sutrisno. (1988). Evaluasi Proyek. Jakarta: Karunika.

Suad Husnan dan Suwarsono. (1994). Studi Kelayakan Proyek.
Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Ukas, Maman. (2004). Manajemen: Konsep, Prinsip dan Aplikasi.
Bandung: Agnini.

Modul 19, Membuat Rencana Usaha

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar